04 November 2009

Upacara Adat

UPACARA SEKATEN

Nabi besar Muhammad S.A.W lahir pada tanggal 12 bulan Maulud, bula ke tiga dari tahun Jawa. Di Yogyakarta biasanya kelahiran Nabi diperingati dengan upacara Grebeg Maulud. Sekaten merupakan acara pendahuluan dari peringatan hari besar Nabi Muhammad. diselenggarakan pada 5 hingga tanggal 12 dari bulan yang sama.


Pada mula perkembangan agama Islam di Jawa, salah seorang dari Wali Songo, yaitu Sunan Kalijaga, menggunakan instrumen musik Jawa Gamelan, sebagai sarana untuk memikat masyarakat agar datang untuk menikmati pergelaran karawitanya.


Untuk tujuan itu, dipergunakan 2 unit perangkat gamelan, yang memiliki laras suara yang merdu. Kyai Nogowilogo dan Kyai Guntur Madu, disela-sela pergelaran, kemudian dilakukan khotbah dan pembacaan ayat-ayat suci dari Kitab Al-Qur'an.


Pada umumnya, masyarakat kota Yogyakarta dan sekitarnya berkeyakinan bahwa dengan turut serta merayakan kelahiran Nabi Muhammad ini, yang bersangkutan akan mendapat imbalan pahala dari Yang Maha Kuasa, dan di anugrahi awet mudah.
Sebagai syaratnya harus mengunyah sirih di halaman Mesjid Agung, terutga ma pada pertama dimulai acara sekaten. Oleh karena itu, pada saat acara sekaten dimulai, banyak sekali orang-orang yang berjualan sirih.


Selama lebih kurang satu bulan sebelum upacara sekaten dimulai, Pemerintah KotaMadya, memeriahkan perayaan ini dengan pasar malam, yang diselenggarakan di Alun-alun Utara Yogyakarta.